Artikel temp

Artikel 1 Aneka Resep Tahu nan Lezat Seperti telah diketahui, tahu adalah salah satu makanan khas negara kita. Produk makanan ini banyak mengandung protein nabati dan kandungan zat lain yang dibutuhkan tubuh. Selain harganya yang sangat terjangkau hampir semua kalangan masyarakat, banyak kelebihan yang bisa diperoleh dari tahu. Salah satunya adalah, tahu dapat diolah menjadi beragam makanan lezat. Tentu saja, untuk mengolahnya dibutuhkan resep-resep yang spesial. Pada kesempatan kali ini, Towang akan membagikan kepada Anda sejumlah resep makanan berbahan tahu yang bisa diracik dan Anda nikmati kelezatannya. Selamat mencoba, dan tetap sehat dengan mengkonsumsi tahu. artikel 2 Tahu, Makanan Penuh Gizi dan Memiliki Banyak Khasiat Tahu, tak bisa disangkal, merupakan makanan yang amat populer. Semua orang mengenal penganan yang terbuat dari kacang kedelai ini. Selain harganya relatif terjangkau, kandungan protein yang dikandungnya pun cukup tinggi dan bisa menggantikan sumber protein hewani. Namun begitu, banyak pula yang menyangsikan kebersihan dari makanan ini. Pasalnya, tak sedikit produsen yang memproduksi produknya tanpa mempedulikan proses secara higienis. Padahal, sebagai hasil olahan kacang kedelai, tahu merupakan makanan andalan untuk perbaikan gizi, karena tahu mempunyai mutu protein nabati terbaik, dengan komposisi asam amino paling lengkap dan diyakini memiliki daya cerna yang tinggi (sebesar 85% -98%). Kandungan gizi dalam tahu, memang masih kalah dibandingkan lauk pauk hewani, seperti telur, daging dan ikan. Namun, dengan harga yang lebih murah, masyarakat cenderung lebih memilih mengkonsumsi tahu sebagai bahan makanan pengganti protein hewani untuk memenuhi kebutuhan gizi. Pada tahu terdapat berbagai macam kandungan gizi, seperti protein, lemak, karbohidrat, kalori dan mineral, fosfor, vitamin B-kompleks seperti thiamin, riboflavin, vitamin E, vitamin B12, kalium dan kalsium (yang bermanfaat mendukung terbentuknya kerangka tulang). Dan paling penting, dengan kandungan sekitar 80% asam lemak tak jenuh, tahu tidak banyak mengandung kolesterol, sehingga sangat aman bagi kesehatan jantung. Bahkan karena kandungan hidrat arang dan kalorinya yang rendah, tahu merupakan salah satu menu diet rendah kalori. Di balik kelezatannya, tahu menyimpan khasiat medis tersendiri. Sebuah studi oleh tim medis dari Kanada membuktikan bahwa tahu dapat menurunkan kolesterol jahat dalam tubuh. Studi yang dipublikasikan di American Journal of Clinical Nutrition dilakukan pada 55 orang lelaki dan perempuan usia setengah baya yang mengidap kolesterol tinggi. Setelah mengikuti diet sehat, partisan tersebut diikutkan pada pola makan beragam, mulai dari kacang almond, tahu, sayuran mentah, dan jenis makanan kedelai lain. Setelah setahun, kolesterol mereka diukur. Hasilnya, mereka yang mengonsumsi tahu mengalami penurunan kolesterol lebih besar dibanding kelompok pengonsumsi makanan lain. Penurunan ini dapat mencapai 10-20 persen. Selain menurunkan kolesterol, tahu juga terbukti dapat mencegah kanker payudara. Mereka yang mengonsumsi tahu 25 persen lebih banyak mengalami peningkatan pembentukan estrogen dibanding yang tidak. Tekanan darah mereka juga lebih rendah ketimbang kelompok yang tidak mengonsumsi tahu. Rahasia khasiat tahu ternyata ada pada kandungan isoflavon yang mengandung hormon estrogen. Selain mencegah kanker payudara, isoflavon juga memperlambat proses penuaan pada perempuan. Isoflavon bukan hanya terkandung dalam tahu melainkan juga pada semua makanan berbahan dasar kedelai seperti tempe, susu kedelai, kecap, dan sejenisnya. Tren Tahu Organik Tahu terus berkembang menjadi makanan pokok utama bagi vegetarian dan makanan sehat sebagai alternatif dari daging. Tetapi dengan tren yang berkembang dalam memilih makanan organik, banyak penggemar tahu mengambil makanan mereka selangkah lebih maju dengan memilih tahu organik . Karena tahu memiliki sedikit rasa alamnya sendiri, ia memiliki kemampuan untuk menyerap rasa dari setiap bahan lainnya ketika dihidangkan . Selanjutnya, para penggemar tahu menggunakan tahu dalam berbagai jenis masakan yang dengan variasi seperti direbus, digoreng, dan bahkan panggang. Tahu Organik berbeda dari tahu tradisional, karena bahan yang digunakan untuk pembuatannya adalah bahan organik. Manfaat yang diperoleh dengan mengkonsumsi tahu organik juga kian tinggi, karena tidak terdapatnya unsur bahan kimia berbahaya. Tak heran, kini banyak orang yang sangat berkomitmen hanya mengkonsumsi tahu organik. Referensi: • American Journal of Clinical Nutrition • Kajian Penggunaan Bahan Penggumpal Komersial Pada Pembuatan Tahu Kedele Susu: Laporan Hasil Penelitian Universitas Diponegoro • Media Informasi Penelitian Herbal Universitas Gadjah Mada Artikel 3 Mengenal Proses Pengolahan Tahu Sebagai penikmat tahu, tidak hanya kandungan gizinya yang perlu kita ketahui, mengenai cara pembuatannya pun menarik untuk diketahui. Mengenai bahan baku yang digunakan dalam pembuatan Tahu terdiri dari kedelai, air dan asam cuka. Kedelai merupakan bahan utama pembuatannya. Sedangkan mengenai air, semua tahapan pembuatan membutuhkan air dari proses perendaman, pencucian, pengilingan, pemasakan, maupun perendaman ketika sudah jadi. Mengingat begitu banyak proses, jumlah air yang dibutuhkan tentunya juga banyak. Bahan lain yang digunakan adalah asam cuka. Asam cuka berfungsi untuk mengendapkan atau memisahkan air dengan konsentrat. Asam cuka mengandung cuka serta garam sehingga memiliki sifat yang asam. Ada beberapa tahap pembuatan Tahu. Tahap pertama adalah perendaman. Saat tahap ini, kedelai harus dipastikan terendam semua. Tujuan dari merendam adalah untuk mempermudah proses penggilingan sehingga nanti hasil bubur dari penggilingan tersebut dapat kental. Selanjutnya kedelai yang telah direndam akan dilakukan proses pencucian dalam air yang mengalir. Setelah dicuci kedelai kemudian digiling dengan menggunakan mesin sehingga menjadi bentuk bubur kedelai. Kedelai yang telah digiling kemudian direbus untuk mendenaturasi protein dari kedelai sehingga protein mudah terkoagulasi saat penambahan asam. Selanjutnya kedelai yang telah direbus. Disaring terus menerus sehingga didapatkan ampas yang disebut ampas kering. Setelah disaring, cairan yang berwarna putih susu tadi ditambah dengan asam cuka untuk mengendapkan dan menggumpalkan protein sehingga dapat memisahkan whey dengan gumpalan. endapan yang ada tadi merupakan bahan utama untuk mencetak Tahu yang akan diakhir dengan proses pencetakan dan pengepresan. Artikel 4 Hindari Konsumsi Tahu dengan Bahan Pengawet Walaupun berasal dari China, tahu merupakan makanan yang amat populer di Indonesia. Hal ini disebabkan karena rasanya yang enak dan mengandung nilai gizi tinggi. Tahu juga dapat diolah menjadi berbagai masakan. Namun, belakangan harus diwaspadai tahu yang mengandung formalin serta bahan kimia berbahaya lainnya. Untuk memperpanjang masa simpan, kebanyakan industri tahu yang ada di Indonesia menambahkan pengawet. Bahan pengawet yang ditambahkan tidak terbatas pada pengawet yang diizinkan, tetapi banyak pengusaha yang nakal dengan menambahkan formalin. Selain itu, banyak juga menambahkan pewarna methanyl yellow. Formalin dan metahnyl yellow merupakan bahan tambahan pangan (BTP) yang dilarang penggunaannya dalam makanan menurut peraturan Menteri Kesehatan (Menkes) Nomor 1168/Menkes/PER/X/1999. Formalin adalah nama dagang larutan formaldehid dalam air dengan kadar 3040 persen. Di pasaran, formalin dapat diperoleh dalam bentuk sudah diencerkan, yaitu dengan kadar formaldehidnya 40, 30, 20 dan 10 persen serta dalam bentuk tablet yang beratnya masing-masing sekitar 5 gram. Formalin merupakan bahan beracun dan berbahaya bagi kesehatan manusia. Jika kandungannya dalam tubuh tinggi, akan bereaksi secara kimia dengan hampir semua zat di dalam sel sehingga menekan fungsi sel dan menyebabkan kematian sel yang menyebabkan keracunan pada tubuh. Selain itu, kandungan formalin yang tinggi dalam tubuh juga menyebabkan iritasi lambung, alergi, bersifat karsinogenik (menyebabkan kanker) dan bersifat mutagen (menyebabkan perubahan fungsi sel/jaringan), serta orang yang mengonsumsinya akan muntah, diare bercampur darah, kencing bercampur darah, dan kematian yang disebabkan adanya kegagalan peredaran darah. Formalin bila menguap di udara, berupa gas yang tidak berwarna, dengan bau yang tajam menyesakkan, sehingga merangsang hidung, tenggorokan, dan mata. Sedangkan, pewarna makanan merupakan bahan tambahan pangan yang dapat memperbaiki penampakan makanan. Penambahan bahan pewarna makanan mempunyai beberapa tujuan, di antaranya adalah memberi kesan menarik bagi konsumen, menyeragamkan dan menstabilkan warna, serta menutupi perubahan warna akibat proses pengolahan dan penyimpanan.      

Leave a comment

You must be logged in to post a comment.